M-Learning dalam pendidikan selama COVID-19
Fleksibilitas dan biaya perangkat seluler yang
relatif rendah membuat sistem pendidikan lebih mudah diakses oleh pelajar dan
pendidik di seluruh dunia. Ketika digabungkan dengan internet, itu
menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik daripada perkuliahan di kelas
konvensional.
Banyak
penelitian telah dilakukan untuk memberikan wawasan tentang keadaan studi
pembelajaran seluler (M-learning) yang ada. Namun,diperlukan penelitian lebih
lanjut mengenai topik ini pada waktu tertentu, misalnya selama pandemi
COVID-19.
Ponsel dan telepon pintar telah berkembang
biak dengan kecepatan luar biasa selama beberapa tahun terakhir. Saat ini,
hampir 97 % populasi dunia kini terhubung dengan koneksi jaringan seluler
sementara sekitar 53,6% menggunakan Internet.
Mirip dengan domain lain, penggunaan perangkat
seluler (yaitu smartphone) oleh sistem pendidikan, serta oleh siswa umum, telah
meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Sehubungan dengan hal
tersebut, penggunaan perangkat seluler untuk pendidikan secara khusus dan
populer dikenal sebagai pembelajaran seluler (M-learning). Seiring dengan
penggunaan M-learning sebagai kemampuan teknologi baru yang merambah ke sitem
bidang pendidikan kita, para peneliti semakin tertarik untuk mengeksplorasi dan
memahami pengaruhnya terhadap pelatihan dan pembelajaran seumur hidup secara
umum. Sejumlah besar penelitian empiris menunjukkan
bahwa M-learning dapat dimanfaatkan untuk memfasilitasi proses pembelajaran
dalam konteks situasi khusus seperti COVID-19.
Saat ini sangatlah penting untuk mengembangkan
keterampilan baru, detail spesifik, dan metode pembelajaran baru untuk belajar
seumur hidup dan berkembang di dunia sistem pendidikan zaman modern dan
berkontribusi kepada masyarakat. Inovasi teknologi, aplikasi cerdas, dan
strategi terus digunakan untuk mentransformasi sistem persekolahan, untuk
memaksimalkan adopsi atau pemanfaatan teknologi di sektor pendidikan.
Selain itu, meluasnya penyebaran COVID-19
membuat sistem pendidikan global cenderung menggunakan platform M-learning. Sejak
awal terjadinya COVID-19, sebagian besar negara di dunia telah menerapkan
program pendidikan online dan mewajibkan M-learning, mengurangi potensi risiko
kesehatan yang terkait dengan pandemi ini.
Meskipun kemajuan besar telah dicapai, masih
ada kebutuhan untuk lebih memahami tantangan penerapan M-learning, penelitian
pendidikan selama COVID-19 yang mungkin memiliki peluang di masa depan dengan
mengungkap sentimen pengguna, adopsi, penerimaan, dan pola penggunaan.
Identifikasi tantangan dan pola penggunaan atau tren M-learning di berbagai
domain pendidikan (misalnya, medis), konteks (misalnya negara), dan cara
(misalnya pembelajaran campuran) akan memungkinkan para peneliti, akademisi,
mahasiswa, dan pengembang aplikasi M-learning berdasarkan kesepakatan bersama, mengembangkan
dan mengintegrasikan metode dan platform M-learning ke dalam kehidupan
sehari-hari dengan lebih efektif.
Sayangnya, belum ada penelitian sebelumnya yang menyelidiki literatur masa lalu dan masa kini yang melaporkan bagaimana tantangan M-learning, sentimen pengguna, inovasi, dan penggunaan telah berevolusi dan muncul seiring berjalannya waktu dan polanya. Namun, pengetahuan tentang pola terkini yaitu, penggunaan aplikasi M-learning penting untuk penggunaan M-learning untuk mencapai potensi penuhnya (oleh Abdullah Altamish).

Komentar
Posting Komentar